Sebuah Gugus Depan diharapkan terdiri dari beberapa satuan yaitu Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, Ambalan Penegak dan Racana Pandega, ketika semua satuan itu ada, gugus depan tersebut dinamakan gugus depan lengkap. Dewasa ini, khususnya di Kota Bekasi sudah cukup jarang ditemui sebuah gugus depan lengkap yang terdiri dari semua golongan yang ada dalam Kepramukaan.

Hirarki struktur keorganisasian Gerakan Pramuka di mulai dari jenjang paling atas dengan Kwartir Nasional dan sampai paling bawah yaitu Kwartir Ranting. Kwartir Ranting membawahi Gugus Depan (Gudep) yang berperan sebagai ujung tombak pembinaan kepramukaan. Gugus Depan sendiri kini berkembang menjadi beberapa jenis dilihat dari dimana gudep itu berada (berpangkalan), ada gudep yang didirikan di suatu kompleks perumahan, gudep ini biasa disebut gudep teritorial, kemudian gudep yang berpangkalan di sekolah, dan ada juga gudep yang berpangkalan di sebuah instansi atau perusahaan.

Gugus Depan 0227-0228 merupakan gugus depan yang berpangkalan di Sekolah yaitu SMP Negeri 7 Kota Bekasi dengan hanya terdapat satu golongan yaitu Penggalang, itupun hanya penggalang yang berusia dari 13-15 Tahun (usia Penggalang adalah 11-15 Tahun). Pada intinya, secara yuridis SMPN 7 Kota Bekasi adalah tempat dimana gudep 0227-0228 berpangkal, sehingga kebijakan tetap dilakukan oleh pihak gugus depan dengan diketahui oleh para Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), (saat ini Mabigus 0227-0228 adalah pihak Manajemen Sekolah dengan diketuai oleh Kepala SMP Negeri 7 Kota Bekasi).

Berangkat dari itikad baik untuk terus mengembangkan Kepramukaan dan membantu membina adik-adik penggalang, para alumni SMP Negeri 7 Kota Bekasi pada tanggal 5 Agustus 2005 sepakat untuk membentuk sebuah wadah resmi berupa Ambalan Penegak setelah mendapat persetujuan resmi dari para Pembina gugus depan. Ambalan Penegak ini diberi nama AMBALAN RADEN PATAH untuk Putera dan AMBALAN CUT-MEUTIA untuk Puteri.

Seiring berjalannya waktu, jumlah anggota dari AMBALAN RADEN PATAH-CUT MEUTIA (RAPATI) semakin banyak dan pada beberapa kesempatan, para penegak yang tergabung dalam Ambalan ini bertekad untuk berpartisipasi mengikuti kegiatan-kegiatan kepenegakan baik kompetisi maupun keorganisasian dengan harapan nama RAPATI dapat dikenal luas di Kota Bekasi.

Di beberapa kompetisi yang RAPATI ikuti, di luar dugaan (karena usia yang masih relatif muda) sampai saat ini, RAPATI telah berhasil mengkoleksi 16 piala tetap dan 3 Piala Bergilir dari WALI KOTA BEKASI diantaranya saat Lomba Hiking Rally baden Powell yang diadakan oleh Dewan Kerja Cabang Kota Bekasi, Lomba Penegak di SMA 1 Kota Bekasi dalam Rangka HUT Ambalan Chadika dan terbaru yaitu di Lomba Penegak dalam rangka HUT Ambalan Laser di SMA 6 Kota Bekasi.

Demikian sekilas tentang Ambalan Raden Patah – Cut Metia Gugus Depan Pangkalan SMP Negeri 7 Kota Bekasi. Sebuah wujud kecintaan para Alumni SMPN 7 terhadap Almamater. Semoga Pramuka SMPN 7 Kota Bekasi semakin Jaya dibawah bimbingan dari Mabigus saat ini.